Memahami Konsep dan Sistem Operasional Pada Bank Syariah
Perbankan syariah semakin popular di kalangan masyarakat Indonesia. Hal tersebut dibuktikan dengan banyaknya nasabah Bank Syariah Indonesia (BSI) per Juni 2026, yaitu sebanyak 24,3 juta nasabah.
Banyaknya masyarakat yang memilih perbankan syariah sebagai pengelola dana pribadi membuat topik terkait konsep dan operasional bank tersebut sangat menarik untuk dibahas.
Pada artikel kali ini akan dibahas lebih detail terkait prinsip dasar dan operasional perbankan syariah. Pembahasannya dapat dimanfaatkan sebagai insight penting dalam memahami dinamika di dalamnya. Berikut pembahasannya!
Prinsip Dasar Bank Syariah
Perbankan syariah merupakan jenis bank yang beroperasi menyesuaikan dengan prinsip-prinsip syariah Islam yang ada. Implementasinya menjadi aspek pembeda paling signifikan dari bank konvensional.
Prinsip dasar bank syariah berpedoman pada Al-Quran dan Hadist, yang mana tiga pilar pokoknya adalah aqidah, syariah dan akhlaq. Untuk prinsip dasarnya dapat kita pahami sebagai berikut:
- Keadilan: Prinsip pembagian keuntungan dan kerugian secara proporsional (adil) sesuai kontribusi masing-masing pihak.
- Universal: Memiliki karakteristik inklusif yang berguna bagi seluruh lapisan masyarakat terlepas dari apa latar belakang suku, ras, agama maupun golongan. Prinsip ini selaras dengan nilai rahmatan lil’ alamin yang ada di dalam Al-Quran.
- Transparansi: Di dalam aktivitas perbankan syariah wajib memiliki prinsip transparansi, yang mengharuskan keterbukaan laporan keuangan dan informasi serta kejelasan akad di awal.
- Kemitraan: Seluruh proses dan aktivitas transaksi perbankan syariah harus memosisikan nasabah yang menyimpan dana sebagai mitra kerja yang sejajar. Aspek kemitraan yang timpang (debitur-kreditur) sangat dilarang dalam prinsip transaksi bank syariah.
Konsep Operasional Bank Syariah
Sama halnya seperti bank konvensional, pada perbankan syariah juga terdapat aktivitas perhimpunan dana berbentuk giro, tabungan dan deposito. Lalu, apa yang membedakannya?
Salah satu aspek yang membedakannya adalah konsep operasional yang dijalankan. Konsep syariah yang diterapkan saat menghimpun dana masyarakat adalah sebagai berikut:
Konsep Operasional Wadi’ah & Mudharabah
Di dalam operasional bank syariah terdapat kegiatan penghimpunan dana (funding) yang terbagi menjadi dua cara, yaitu wadi’ah dan mudharabah.
Wadi’ah merupakan aktivitas penitipan dana dari nasabah pada bank dan dapat ditarik kapan saja. Bank dapat memberikan bonus secara sukarela sesuai akad sebelumnya.
Sedangkan mudharabah adalah kerja sama penyertaan modal bagi nasabah yang disediakan oleh bank pengelola. Untuk keuntungan, pembagian harus berdasarkan akad yang disepakati di awal.
Konsep Operasional Murabahah, Musyarakah, Salam & Istishna’
Selanjutnya, operasional bank syariah yang berkaitan dengan prinsip jual beli (buy-sell) dan bagi hasil (equity financing).
Prinsip jual-beli terdiri dari dua konsep, yaitu murabahah dan salam & istishna’. Murabahah merujuk pada penjualan barang yang harga perolehan dan keuntungan disertakan berdasarkan kesepakatan nasabah dan bank.
Sedangkan salam & istishna’ berarti pembiayaan untuk pembelian barang dengan sistem pemesanan.
Untuk operasional bagi hasil, konsep mudharabah yaitu penyediaan modal penuh dari bank untuk dikelola nasabah dan konsep musyarakah, yang mana berarti kerja sama gabungan modal dari bank dan nasabah untuk membiayai proyek tertentu.
Konsep Operasional Jasa Layanan
Dalam operasional jasa layanan bank syariah, terdapat enam konsep yang perlu diketahui antara lain:
- Wakalah: Perwakilan dari nasabah kepada bank.
- Hawalah: Pengalihan utang dari satu pihak ke pihak lain.
- Kafalah: Jaminan yang diberikan bank pada pihak ketiga.
- Qardh: Pinjaman kebajikan tanpa imbalan (peminjam hanya wajib mengembalikan pokok pinjaman tanpa bunga/riba’)
- Sharf: Jual beli mata uang asing (valuta asing) secara tunai.
- Rahn: Penggadaian aset sebagai jaminan atas pinjaman ke bank.
Mengapa Penting Memahami Operasional Bank Syariah?
Memahami operasional perbankan syariah sangatlah penting. Mengapa? Karena ada berbagai alasan lain yang selaras dengan syariat Islam dan bukan hanya terkait riba. Berikut penjelasannya:
Menjaga Keadilan Transaksi
Operasional dalam perbankan syariah menjunjung tinggi nilai keadilan. Di dalam Al-Quran pun dijelaskan bahwa segala jenis transaksi keuangan harus transparan dan adil.
Artinya, tidak boleh ada salah satu pihak yang merasa dirugikan. Manfaat, risiko dan perjanjian akad syariah haruslah jelas dan melindungi semua pihak terkait.
Menguatkan Etika Bisnis
Prinsip-prinsip dasar perbankan syariah wajib menanamkan nilai amanah, kejujuran serta tanggung jawab. Aspek-aspek tersebut sangat krusial dalam menguatkan etika berbisnis karena dapat terbentuk integritas tinggi dan terhindar dari penyalahgunaan dana.
Mengindari Riba
Memahami prinsip dasar dan operasional perbankan syariah tentu penting agar terhindari dari praktek riba (bunga).
Dengan adanya sistem operasional syariah, praktik tambahan atau keuntungan tersebut digantikan dengan akad yang adil, seperti murabahah, musyarakah atau ijarah.
Mendorong Ekonomi Berbasis Kemaslahatan
Manfaat praktik perbankan syariah tentu berkaitan dengan mendorong ekonomi berbasis kemaslahatan. Karena pada prakteknya, perbankan syariah tidak hanya berfokus pada keuntungan, tetapi juga keadilan dan kemaslahatan semua pihak.
Pelatihan Perbankan Syariah Terbaik Hanya Bersama PasarTrainer
Dengan begitu, penting sekali untuk mempelajari lebih dalam terkait konsep operasional dan prinsip dasar perbankan syariah. Untuk memahami ilmu-ilmu terkait, kita bisa mencoba untuk ikut program pelatihan perbankan syariah.
BACA JUGA: Pentingnya Pelatihan untuk Karyawan di Industri Perbankan
Untungnya, PasarTrainer menyediakan program Belajar aktivitas operasional Bank Syariah secara tepat yang dapat diikuti oleh siapa saja.
Pelatihan ini sangat bermanfaat bagi para karyawan yang ingin meningkatkan kompetensi diri di bidang perbankan. Ikuti berbagai program pelatihan perbankan syariah bersama PasarTrainer. Daftar sekarang juga!
Referensi:
https://bulletin.bmeb-bi.org/cgi/viewcontent.cgi?article=1540&context=bmebhttps://ojk.go.id/id/kanal/syariah/tentang-syariah/pages/konsep-operasional-PBS.aspx
https://jurnal.staisebelasapril.ac.id/index.php/almujaddid/article/view/37
https://www.bankmuamalat.co.id/index.php/artikel/mengenal-9-jenis-akad-dalam-transaksi-perbankan-syariah
https://stesbn.smartcampus.co.id/berita/44-pentingnya-perbankan-syariah-dalam-islam-dan-peran-stesbn-dalam-mempersiapkan-sdm-profesional